• Fenomena Alam di Indonesia

    1. Lintah Menyerbu perkampungan di Jawa Tengah

    Ratusan lintah telah menyerang pemukiman warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah.
    Hewan pengisap darah ini menyerah desa tersebut setelah terjadinya banjir rob (air laut pasang). Disaat banjir rob surut, lintah-lintah tersebut akan merayap ke tempat lembab dan teduh, bahkan tak jarang masuk ke rumah-rumah warga. Munculnya hewan pengisap darah tersebut membuat warga resah dan ketakutan, sehingga penduduk desa setempat berhati-hati ketika meelintas di genangan-genangan air, agar terhindar dari lintah-lintah tersebut. untuk mengusir lintah tersebut supaya tidak masuk ke dalam rumah, warga mencoba untuk menaburkan garam di sekililing rumahnya. itupun hanya untuk penanggulangan sementara. kini warga setempat hanya bisa pasrah akan keadaan seperti itu, yang masih sulit untuk ditanggulanginya. 



    2. Wabah Ulat Bulu

    Wabah ulat bulu telah menyerang Gampong Pante Teungoh, Kota Sigli, Pidie. Ratusan populasi ulat bulu ini menyerang pohon jambu dan petai cina milik warga dan mulai meresahkan. Sebelumnya, wabah ulat bulu tersebut menyerang Probolinggo (Jawa Timur), Sleman (Yogyakarta) dan Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, Jambi.
     
    Ulat bulu dalam jumlah besar yang menggemparkan beberapa wilayah di Jawa dan Bali belakangan ini, ternyata juga mulai ditemukan di sejumlah wilayah di DIY. Di Kabupaten Bantul, hewan berbulu ini ditemukan di pepohonan sekitar rumah warga. Sedangkan di Kabupaten Sleman, ulat bulu telah menyebar sampai ke wilayah Kecamatan Moyudan. 
     









    Tidak seperti serangan ulat bulu yang pertama kali heboh di Probolinggo yang berukuran standard walaupun dalam kuantitas yang banyak, di Gunung Kidul Yogyakarta justru lebih aneh lagi. Ribuan ulat bulu raksasa berukuran jari tangan dewasa dan berwarna hitam kecoklatan menyerang sedikitnya 2 hektar tanaman jambu monyet di Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu Gunung Kidul.


      Selain memakan daun jambu monyet dari perkebunan warga, ternyata ulat bulu raksasa ini juga tidak mempan dengan semprotan Insektisida. Dipastikan ulat dewasa tidak akan mati saat disemprot dengan cairan insektisida. Karena ulat jenis ini mampu melindungi dirinya dengan megeluarkan semacam lilin yg mampu melapisi tubuhnya dari serangan.
      Selain upaya diatas, para warga juga beramai-ramai melakukan pembakaran ulat bulu raksasa agar tidak meluas dan mendekati pemukiman warga. Sayangnya tindakan ini kurang efektif karena luasnya lahan. sehingga, ulat bulu raksasa ini masih saja merajalela di sekitar pemukiman-pemukiman warga tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini